BANJIT – Sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat terhadap musibah yang menimpa warganya, Camat Banjit, Joni Helmi, S.E., langsung turun ke lapangan untuk mengunjungi rumah warga yang mengalami musibah kebakaran di Kampung Bali Sadhar Utara, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan.
Peristiwa kebakaran tersebut menimpa kediaman seorang warga bernama Komang heri. Insiden ini terjadi pada Jumat siang, 16 Oktober 2026, sekitar pukul 11.45 WIB. Kobaran api dilaporkan pertama kali muncul dan membakar bagian dapur rumah korban. Beruntung, berkat aksi sigap dan gotong royong masyarakat setempat yang bahu-membahu memadamkan api dengan alat seadanya, si jago merah berhasil diredam sebelum menjalar ke bangunan utama rumah atau ke pemukiman warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti dari kebakaran tersebut masih belum diketahui secara pasti.Kabar baiknya, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini, meskipun kerugian materil pada bagian dapur tidak dapat dihindarkan.
Di sela-sela kunjungannya, Camat Banjit Joni Helmi, S.E., menyampaikan rasa prihatin yang mendalam kepada Komang heri dan keluarga atas musibah yang terjadi. Beliau juga memberikan apresiasi yang tinggi atas kekompakan warga Kampung Bali Sadhar Utara yang dengan cepat bergotong-royong memadamkan api, sehingga dampak kebakaran tidak meluas.
Lebih lanjut, Joni Helmi memanfaatkan momen ini untuk memberikan imbauan penting kepada seluruh lapisan masyarakat di wilayah Kecamatan Banjit. Ia mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan yang ekstra tinggi, mengingat wilayah Banjit saat ini tengah menghadapi musim kemarau yang sangat ekstrim.
"Saya meminta kepada seluruh masyarakat Banjit untuk tetap waspada dan berhati-hati. Saat ini kita sedang berada di musim kemarau yang sangat ekstrim, di mana percikan api sekecil apa pun bisa dengan mudah memicu kebakaran besar. Tolong pastikan kompor, tungku masak, dan instalasi listrik di rumah selalu dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan," tegas Joni Helmi.
Kunjungan Camat Banjit ini diharapkan dapat memberikan sedikit keringanan moril bagi keluarga korban, sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh warga agar lebih proaktif dalam menjaga lingkungan sekitar dari potensi bahaya kebakaran selama musim kemarau berlangsung. (Firman)
