Kamis, 02 Juli 2026, Kamis, Juli 02, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-02T08:24:29Z
Tni

Mudahkan Akses Warga, Dandim Way Kanan Cek Progres Jembatan Gantung 'Merah Putih' di Banjit

 


WAY KANAN – Akses mobilitas dan urat nadi perekonomian warga di Kampung Juku batu, kecamatan Banjit diharapkan dapat segera tumbuh pesat. Komandan Kodim (Dandim) 0427/Way Kanan, Letkol Arm Sigit Windarto, S.Sos., M.Han., turun langsung meninjau progres pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih pada Kamis (2/7/2026).


Jembatan strategis ini nantinya akan menjadi penghubung utama antara Kampung Juku Batu dan Kampung Rantau Temiang serta beberapa dusun yang termasuk di wilayah kampung Juku batu. Kehadiran Dandim di lokasi disambut hangat oleh Kepala Kampung Juku Batu, M.A. Khoirin, beserta seluruh aparatur kampung.


Target Rampung Satu Minggu Lagi

Letkol Arm Sigit Windarto mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan ini sudah memasuki tahap akhir dan membawa kabar baik bagi masyarakat setempat.


"Hari ini kita mengecek progres Jembatan Gantung Merah Putih. Total ada 6 jembatan yang dibangun di Kabupaten Way Kanan, termasuk satu di Kampung Juku Batu ini. Insyaallah, satu minggu lagi selesai," ujar Dandim di lokasi peninjauan.


Dandim menegaskan, pekerjaan infrastruktur ini merupakan bagian dari program nyata Presiden Prabowo bersama TNI. Program ini diinstruksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) untuk membantu mempermudah akses antar-desa dan antar-dusun, sekaligus mendongkrak roda perekonomian masyarakat.


Tidak hanya jembatan, Dandim juga tengah mengecek pembangunan Koperasi Merah Putih di wilayah tersebut yang ditargetkan  pada bulan Juli ini selesai semua.


Momentum kunjungan ini juga dimanfaatkan oleh pemerintah kampung untuk menyampaikan aspirasi krusial warga. Kepala Kampung Juku Batu, M.A. Khoirin, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas pembangunan jembatan yang sangat dinantikan masyarakat tersebut.


Di sela-sela peninjauan, Khoirin juga mengajukan permohonan bantuan fasilitas air bersih untuk wilayahnya yang selama ini kesulitan air.


"Kami sempat berdiskusi dan mengajukan permohonan sumur bor untuk Dusun 6 Simpang Rejang. Di sana air bersih sangat sulit didapat, padahal ada sekitar 150 KK dan 2 sekolah yang sangat membutuhkan," tutur Khoirin.


Merespons keluhan tersebut, Letkol Arm Sigit Windarto bergerak cepat. Selain mengecek program sumur bor yang sudah ada, ia berjanji akan segera mengusulkan titik baru tersebut ke komando atas.


"Tadi Bapak Kepala Kampung sudah mengusulkan (sumur bor baru). Segera kita ajukan, semoga bisa cepat terealisasi dan langsung membawa manfaat besar untuk masyarakat," pungkas Dandim.(*Firman)