Rabu, 01 Juli 2026, Rabu, Juli 01, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-01T14:47:27Z
Daerah

Kepala Kampung Tanjung Dalam Iwan Fatra “Semar Bangun Budoyo” Nilai Filosofi Dari Kepemimpinan.

 





Kampung Tanjung Dalam Iwan Fatra menyerahkan tokoh wayang Semar kepada dalang Sunarko dalam pementasan wayang kulit di Kampung Tanjung Dalam, Kecamatan Bumi Agung, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, Rabu 01/07/2026.


Hadir dalam acara tersebut Camat Bumi Agung Firdaus, Kepala Kampung Tanjung Dalam Iwan Fatra, KH.Sufandri, Para Kepala Kampung se Kec. Bumi Agung, BPK, Aparatur Pemerintah Kampung Tanjung Dalam,Para tamu undangan lain dan masyarakat Kampung Tanjung Dalam.


Iwan Fatra selaku Kepala Kampung Tanjung Dalam menyampaikan “Semar Mbangun Budoyo sangat menginspirasi. Ketokohan semar sebagai simbol wong cilik, rakyat jelata, mencoba membangun budoyo. Budoyo yang dimaksud Semar bukanlah kekuasaan, melainkan untuk mengembalikan sikap pemimpin untuk berorientasi pada rakyatnya.


Pemimpin harus memiliki 4 sifat kepemimpinan yaitu rasa asah, asih, asuh, ngopeni (memelihara) / ngayemi (memakmurkan).


Asah yang berarti saling mengingatkan dan mengajari dalam kebaikan.


Asih artinya penuh cinta kasih kepada sesama.


Asuh yaitu membimbing rakyat dengan tulus, dan


Ngopeni adalah merawat dan memelihara kehidupan rakyat.



Semua itu dengan tujuan tercipta negeri makmur, adil, sejahtera, dan sentosa, gemah ripah loh jinawi.


 Lebih lanjut Iwan Fatra menyampaikan


“Nilai yang terkandung dalam lakon Semar Bangun Budoyo ini bisa menjadi teladan terutama bagi para pemimpin.Dimana melalui sosok semar ceita ini menyampaikan bahwa pemimpin yang hebat bukanlah mereka yang bergelimang harta atau bertangan besi. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang sabar, jujur, dan sungguh sungguh melayani masyarakat. Ungkap Iwan Fatra dengan semangatnya.


Begitu juga bagi generasi milenial / anak muda “Wayang ini merupakan tontonan dan tuntunan, jadi ada kehendak keinginan bahwa cerita perwayangan ini bisa menjadi kehidupan anak-anak kita di generasi milenial dan kalau kesenian bangkit, ekonomi juga pasti bangkit. Budaya apapun itu adalah bagian dari keinginan kita, karena kebudayaan adalah hal yang sangat penting bagi kita,” ungkap Iwan Fatra.


” Sebagai Kepala Kampung Tanjung Dalam saya ucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah Kab. Way Kanan, Pemerintah Kec. Bumi Agung, BPK dan Aparatur Kampung Tanjung Dalam, serta seluruh masyarakat Kampung Dalam karena acara Pagelaran Wayang ini dapat berjalan dan terealisai dengan baik. Mohon maaf atas segala kekurangannya, karena yang sempurna hanya milik Tuhan Yang Maha Kuasa, tutup Iwan Fatra.

 

Sementara itu Camat Bumi Agung Firdaus sangat mengapresiasi acara kegiatan ini. Karena dengan demikian ada bentuk penghormatan kegiatan di Kampung Tanjung Dalam ,yang mana pagelaran Wayang Kulit kali ini semoga bisa membawa dampak terbaik bagi warga Kampung Tanjung Dalam khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.


Di tengah tengah kehadirannya di masyarakat Kampung Tanjung Dalam Firdaus juga merasakan kebahagian dan mengapresiasi kegiatan ini mengingat kesenian wayang kulit bisa hadir di Kampung Tanjung Dalam .


” Bagaimanapun sebuah pementasan dengan menghadirkan massa atau masyarakat memberi nilai tersendiri dibanding melalui media sosial. “Pentas di sosial media sebenarnya baik untuk menambah penonton. Hanya saja dengan pentas langsung ada kepuasan tersendiri. Ada emosi yang muncul terlebih mendengar tawa, tepuk tangan penonton, kami sebagai Pemerintah Kecamatan Bumi Agung bisa memberi nilai tersendiri,”Tutup Firdaus .