-->

Iklan

Pahlawan Sunyi dari Pasar Banjit: Kisah Haru Dak, Pembersih Sampah Tunawicara yang Menggetarkan Malam Resepsi HUT RI ke-81

Senin, 17 Agustus 2026, 8/17/2026 10:39:00 PM WIB Last Updated 2026-08-17T15:39:17Z

 



BANJIT – Malam resepsi Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, menyisakan kisah haru yang menggetarkan hati. Acara yang digelar khidmat di halaman Mapolsek Banjit ini seketika berubah menjadi gemuruh air mata dan tepuk tangan. Sebuah penghargaan tertinggi justru jatuh ke tangan seorang pria sunyi—seorang pahlawan nyata yang selama ini bekerja tanpa suara di sudut penat Pasar Banjit.


Ia adalah Darwawi. Namun, di hati warga, ia lebih melekat dengan sapaan akrab "Dak".


Suasana malam yang meriah mendadak hening saat nama Dak menggema melalui pengeras suara. Dipanggil langsung oleh Kapolsek Banjit, Iptu Mukhtiar, langkah kaki Dak tampak berat dan ragu menuju panggung utama. Dak adalah seorang penyandang tunawicara. Baginya, dunia adalah ruang yang sepenuhnya sunyi. Namun malam itu, di balik kesunyian hidupnya, dedikasi Dak berteriak dengan sangat lantang.


Setiap hari, jauh sebelum matahari menyapa bumi dan ketika warga masih terlelap, Dak sudah setia mendekap sapu lidinya. Di bawah temaram lampu jalan dan dinginnya angin malam, ia menyapu sudut demi sudut Pasar Banjit. Ia memastikan tempat mengais rezeki ratusan orang itu bersih tanpa sisa. Dak bekerja dalam diam, tanpa pamrih, tanpa pernah mengharapkan pujian, apalagi tepuk tangan.


Di hadapan seluruh elemen masyarakat, Kapolsek Banjit Iptu Mukhtiar, ditemani langsung oleh Camat Banjit Nasrullah Ali, S.Sos, MM, menyerahkan langsung piagam penghargaan khusus serta uang santunan kepada Dak. Penghargaan ini bukan sekadar formalitas di atas kertas. Ini adalah bentuk sujud penghormatan atas empat pilar kepribadian mulia yang tertanam di tubuh ringkih Dak: disiplin tanpa batas, integritas dalam kesunyian, kejujuran yang melampaui kata-kata, dan sifat amanah menjaga lingkungan.


Jika pahlawan masa lalu berjuang dengan senjata, malam itu Banjit menyaksikan bahwa pahlawan masa kini adalah mereka yang mengabdi dengan ketulusan mutlak. Dak adalah bukti nyata bahwa pengabdian terbesar sering kali lahir dari mereka yang paling sedikit berbicara, namun paling banyak berbuat.


"Alhamdulillah, tahun ini resepsi HUT RI ke-81 tingkat kecamatan bisa berlangsung di halaman Mapolsek Banjit," ujar Iptu Mukhtiar dengan nada bangga dan penuh rasa syukur.


Selain memberikan apresiasi mendalam kepada Dak, Kapolsek juga menyampaikan rasa terima kasih dan hormat yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Paskibra Kecamatan Banjit. Mereka telah sukses dan gagah mengibarkan Sang Merah Putih dengan sempurna pada upacara kemerdekaan.


Kemeriahan malam itu pun ditutup dengan penuh suka cita melalui pembagian piala oleh pemerintah Kecamatan Banjit kepada para pemenang berbagai perlombaan kemerdekaan. Namun, kisah Dak dan sapu lidinya telah terlanjur mengunci hati setiap warga yang hadir—sebuah pengingat berharga di usia Republik yang ke-81, bahwa merdeka adalah tentang berbuat yang terbaik untuk sesama, walau dalam sunyi.(Firman)

Komentar

Tampilkan

  • Pahlawan Sunyi dari Pasar Banjit: Kisah Haru Dak, Pembersih Sampah Tunawicara yang Menggetarkan Malam Resepsi HUT RI ke-81
  • 0

Ad Home