BANJIT – Krisis air bersih yang mencekik dan hamparan sawah yang kian retak akibat fenomena El Nino ekstrem akhirnya menemukan titik terang. Menghadapi kemarau berkepanjangan yang memicu kekeringan parah di wilayahnya, Pemerintah Kecamatan Banjit bergerak cepat mengambil langkah spiritual dengan "mengetuk pintu langit".
Ratusan elemen masyarakat, jajaran birokrasi, dan para pemuka agama bersatu padu menggelar salat dan doa bersama memohon diturunkannya hujan (Istisqa) secara serentak pada Minggu (25/10/2026). Langkah ini diambil sebagai ikhtiar pamungkas demi menyelamatkan sektor pertanian warga yang kian terpuruk serta mengembalikan ketersediaan air bersih yang menjadi urat nadi kehidupan sehari-hari.
Gerakan spiritual yang sarat akan nilai gotong royong ini diinisiasi langsung oleh
Camat Banjit, Joni Helmi, S.E. Melalui instruksi cepat, ia menggerakkan seluruh lurah dan kepala kampung di wilayah Kecamatan Banjit untuk bergerak aktif. Mereka berkolaborasi erat dengan tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat guna memastikan gema doa kemaslahatan ini berkumandang di setiap sudut wilayah.
Tuhan rupanya langsung mendengar jeritan dan ketulusan hati masyarakat Banjit. Sebuah keajaiban nyata terjadi tidak lama setelah untaian doa dipanjatkan. Tepat pada pukul 13.45 WIB, langit yang semula terik mendadak berubah, mereduksi panas, dan menumpahkan butiran air rahmat ke bumi Banjit.
Meski intensitasnya belum terlalu deras dan belum merata ke seluruh pelosok kampung, kehadiran hujan ini seketika memecah ketegangan. Beberapa warga bahkan tidak dapat membendung rasa haru dan sujud syukur di bawah guyuran air yang telah berbulan-bulan mereka rindukan. Suasana gersang berganti dengan aroma tanah basah yang membawa harapan baru bagi para petani.
Melihat kekompakan dan hasil nyata dari gerakan ini, Camat Banjit, Joni Helmi, S.E., menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh lapisan masyarakat yang terlibat.
"Terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh lurah, kepala kampung, para tokoh adat dan agama, serta seluruh masyarakat Kecamatan Banjit yang telah bersatu, bergotong-royong memfasilitasi dan menyukseskan kegiatan mulia ini. Ini adalah bukti kekuatan kebersamaan kita," ujar Joni Helmi dengan nada penuh syukur.
Beliau juga menambahkan bahwa fenomena hari ini diharapkan menjadi pemantik bagi datangnya berkah yang lebih besar. "Semoga ini menjadi awal yang baik. Kita berdoa bersama agar hujan yang lebih deras dan merata segera turun secara kontinu, sehingga kekeringan di wilayah kita benar-benar berakhir dan aktivitas pertanian kembali normal," pungkasnya optimis.(Firman)
