Selasa, 19 Mei 2026, Selasa, Mei 19, 2026 WIB
Last Updated 2026-05-19T02:15:11Z
peristiwa

Suara Bergetar dari Ranjang Pasien: 'Tolong Bantu Saya Pak Gubernur, Ibu Bupati...'

 



WAY KANAN— Jeritan hati seorang ibu rumah tangga asal Way Kanan kini mengetuk pintu hati para pemimpin daerah Triani (39), warga Kampung Rantau Jaya, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, kini hanya bisa terbaring lemah berjuang melawan kanker serviks (CA Serviks) stadium lanjut [3].


Di tengah himpitan ekonomi yang mencekik, perjuangannya kian memilukan karena hingga kini belum mendapatkan penanganan medis yang serius dari Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung.


Empat Bulan Bertaruh Nyawa dan Pendarahan Hebat.


Sudah hampir empat bulan lamanya, Triani harus bolak-balik masuk berbagai rumah sakit demi bertahan hidup . Mulai dari RSUD Zainal Abidin Pagar Alam (ZAPA) Way Kanan, RS Medika Isnani Bukit Kemuning, hingga RS H. Kamino Baradatu . Tubuhnya yang kian kurus terus digerogoti penyakit, membuatnya harus bergantung pada perawatan intensif dan transfusi darah yang tiada henti .


"Saya mengalami penyakit ini sudah kurang lebih empat bulan. Setiap hari saya selalu mengalami pendarahan hebat," ujar Triani dengan suara bergetar dari ranjang rumah sakit, Selasa (19/5/2026).


Terkatung-katung Tanpa Tindakan Medis Pasti


Harapan Triani dan suaminya sempat membubung tinggi saat mereka dirujuk ke RSUD Abdoel Moeloek di Bandar Lampung . Dengan sisa-sisa tenaga dan biaya yang diirit-irit, mereka menempuh perjalanan jauh dari Way Kanan. Namun, kenyataan pahit justru harus mereka telan sesampainya di rumah sakit rujukan utama provinsi tersebut.


"Saya dan suami sudah bolak-balik dari Way Kanan ke RSUD Abdoel Moeloek. Tapi sesampai di sana, saya hanya diperiksa dan belum ada tindakan pengobatan sama sekali. Sehabis diperiksa, saya disuruh pulang dan menunggu jadwal yang tidak pasti. Sampai hari ini, saya masih terbaring lemas di RS H. Kamino Baradatu," 

ungkapnya dengan mata berkaca-kaca .


Air Mata Buruh Tani: "Tolong Bantu Saya, Pak Gubernur, Ibu Bupati..."


Di balik penderitaan Triani, ada sosok suami (wiknyo Pitono ) yang setia mendampingi dengan hati yang hancur . Sebagai seorang buruh tani, penghasilannya jangankan untuk membiayai pengobatan kanker, untuk ongkos transportasi bolak-balik antar-kabupaten saja mereka sudah kehabisan modal .


Melalui secercah harapan yang tersisa, Triani menyampaikan pesan menyentuh hati yang ditujukan langsung kepada para pengambil kebijakan di Provinsi Lampung .


"Kepada Ibu Bupati Way Kanan dan Bapak Gubernur Lampung, tolong bantu saya agar bisa mendapatkan pengobatan yang layak di RSUD Abdoel Moeloek . Saya tidak minta apa-apa, saya hanya minta tolong difasilitasi agar bisa dirawat di sana . Saya masyarakat Way Kanan, orang tidak mampu, suami saya hanya buruh tani," rintih Triani memohon keadilan bagi kesehatannya.


Kini, waktu terus berjalan dan kondisi Triani kian kritis . Akankah jeritan hati dari pelosok Banjit ini sampai dan menggerakkan hati nurani pemerintah serta manajemen RSUD Abdoel Moeloek untuk segera mengambil tindakan menyelamatkan nyawa seorang ibu? Masyarakat menanti hadirnya negara di tengah penderitaan rakyat kecil . (Firman)