-->

Iklan

Jeritan Peternak Way Kanan: Harga Pakan Melonjak Akibat El Nino, Harga Daging Babi Meroket Menjelang Nataru

Selasa, 27 Oktober 2026, 10/27/2026 10:02:00 PM WIB Last Updated 2026-10-27T15:02:42Z

 


WAY KANAN – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2027, keresahan melanda para peternak dan pedagang daging babi di Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Harga daging babi di pasaran meroket drastis dari harga normal Rp43.000 per kilogram menjadi Rp46.000 per kilogram. Lonjakan harga ini dipicu oleh kelangkaan bahan pakan ternak akibat kemarau panjang El Nino yang melanda seluruh wilayah Indonesia.


Kondisi ini membuat para pelaku usaha menjerit. Mahalnya biaya operasional tidak sebanding dengan pendapatan yang mereka terima. Akibatnya, tidak sedikit pedagang daging babi yang memilih gulung tikar.


"Pertengahan bulan November ini harga daging babi sudah naik bang. Akibatnya, kami sebagai penjual banyak yang mundur karena harga sudah tidak sesuai," ungkap Salah satu peternak  BD (57), salah satu peternak lokal yang meminta identitas aslinya dirahasiakan, Selasa (27/10/2026).


BD menjelaskan bahwa kenaikan harga ini bukan disebabkan oleh kurangnya stok babi, melainkan harga pakan yang terus melambung tinggi akibat dampak El Nino. Ia juga mengkhawatirkan adanya permainan harga oleh spekulan di tingkat bawah.


"Jika bulan depan (November & Desember) kami para peternak tidak bisa mendapatkan harga Rp48.000 atau Rp50.000, dipastikan saat Natal nanti harga hanya akan dikuasai oleh agen atau tengkulak yang mencari keuntungan pribadi, bukan untuk kesejahteraan peternak," tambahnya dengan nada kecewa.


Kelangkaan pakan ini pun mulai mengubah peta mata pencaharian warga. Dulu, mencari bahan pakan sangat mudah. Namun kini, kesulitan yang bertubi-tubi memaksa sebagian peternak lokal mulai berpikir untuk beralih ke bisnis lain.


Hal senada keluhkan oleh BB (48), pemilik peternakan lain di Lampung. Ia merasa perbandingan harga di Rumah Potong Hewan (RPH) dengan beban biaya yang ditanggung peternak sudah sangat tidak sehat.


"Sejak El Nino pakan mahal, semua serba naik, tapi harga babi di tingkat peternak seperti jalan di tempat. Apa yang kami keluarkan tidak sesuai dengan apa yang didapat di RPH," keluh BB.


Melalui momentum ini, para peternak menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Way Kanan dan Provinsi Lampung untuk segera turun tangan. Mereka mendesak pemerintah untuk menstabilkan harga pakan dan memfasilitasi jalur distribusi agar rantai pasar tidak dikuasai oleh Agen.


"Kami sangat berharap pemerintah setempat secepatnya mengambil solusi konkret terkait stok daging babi dan pakan ini. Fasilitasi keadaan ini demi menciptakan ketahanan pangan bagi masyarakat yang ingin merayakan Natal, Tahun Baru, hingga Imlek nanti, agar stok tetap memadai dan harga tetap aman bagi semua pihak," pungkas BB.(Komang Adi)

Komentar

Tampilkan

  • Jeritan Peternak Way Kanan: Harga Pakan Melonjak Akibat El Nino, Harga Daging Babi Meroket Menjelang Nataru
  • 0

Ad Home