-->

Iklan

Getaran Doa 1.000 Pramuka Banjit: Menangis Bersujud di Tengah Kemarau, Memohon Hujan Melalui Salat Istisqa

Sabtu, 19 September 2026, 9/19/2026 11:12:00 AM WIB Last Updated 2026-09-19T04:12:57Z

 


BANJIT – Suasana Lapangan Merdeka Argomulyo, Kecamatan Banjit, mendadak berubah khusyuk dan penuh haru pada Sabtu, 19 September 2026. Sebanyak 1.000 anggota Pramuka dari berbagai tingkatan sekolah di wilayah Kecamatan Banjit berkumpul menjadi satu.


Bukan hanya untuk berkemah dalam rangka Perkemahan Jumat, Sabtu, Minggu (Perjusami) memperingati Hari Pramuka ke-65, tetapi untuk sebuah misi kemanusiaan dan spiritual yang menggetarkan hati: melaksanakan Salat Istisqa berjamaah.


Turut hadir dalam kegiatan religius ini:

Imam : Ust. Taswin, SH, Khotib : Amit Nuriman, SH,Kapolsek Banjit Iptu Mukhtiar,Ka Kwarran Banjit (Nurdin, S.Pd.),Kepala KUA Banjit

Pembina dan Pendamping Pramuka,

Peserta Perkemahan Bakti Kwarran Banjit


Di bawah langit kemarau yang gersang dan tanah lapangan yang kering, ribuan tunas kelapa muda ini menundukkan kepala. Mereka melepas sejenak atribut keceriaan berkemah, berganti bersujud di atas sajadah, dan berserah diri sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.


Suasana Salat Istisqa berlangsung begitu khidmat. Di tengah embusan angin kering, terdengar lamat-lamat suara takbir dan isak tangis doa yang dipanjatkan. Momen ini menjadi bentuk ikhtiar nyata serta ketulusan doa bersama dari generasi muda untuk memohon diturunkannya hujan di tengah musim kemarau panjang yang sedang melanda wilayah mereka.


Ketua Kwartir Ranting (Ka Kwarran) Banjit, Nurdin, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini memuat pelajaran moral dan spiritual yang sangat mendalam bagi para peserta.


"Ini bukan sekadar agenda tahunan Pramuka. Ini adalah cara kami mengajarkan anak-anak untuk selalu berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa di saat menghadapi ujian alam," ujar Nurdin di lokasi acara.


Beliau menambahkan bahwa melalui momen ini, Pramuka ingin membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya tangguh di alam bebas, tetapi juga memiliki empati sosial yang tinggi dan spiritualitas yang kuat.

Pemandangan seribu anak sekolah yang bersujud serentak di lapangan terbuka ini menjadi potret yang sangat menyentuh bagi masyarakat Banjit yang menyaksikan langsung. Aksi ini menjadi bukti bahwa di balik seragam cokelat yang mereka kenakan, ada jiwa-jiwa suci yang peduli dan siap mengetuk pintu langit demi kesejahteraan bumi mereka.(Firman)

Komentar

Tampilkan

  • Getaran Doa 1.000 Pramuka Banjit: Menangis Bersujud di Tengah Kemarau, Memohon Hujan Melalui Salat Istisqa
  • 0

Ad Home