BANJIT-Jalan Poros yang menghubungkan Kecamatan Banjit dan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, mendadak viral di media sosial. Penyebabnya adalah sebuah truk pengangkut ratusan ekor babi terguling akibat terperosok ke dalam kubangan jalan yang rusak parah. Praktis, insiden ini membuat puluhan babi berhamburan dan berkubang di lumpur, menarik perhatian luas warganet.
Bukannya tinggal diam dengan kondisi infrastruktur yang membahayakan nyawa dan menghambat mobilitas ini, sinergi lintas sektoral langsung terbentuk. Aparat gabungan dan warga setempat menyingkirkan sejenak kesibukan dan bergotong royong melakukan penimbunan jalan secara swadaya.
Sebagai wujud respon cepat terhadap keluhan masyarakat, jajaran Forkopimda dan aparat keamanan turun langsung membaur bersama warga. Penanganan darurat difokuskan pada titik-titik kerusakan terparah agar kendaraan roda dua maupun roda empat dapat kembali melintas dengan aman,(Selasa 23/6/2026)
Sejumlah pejabat daerah dan aparat yang hadir langsung mengawal kegiatan karya bakti ini meliputi: Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM,Asisten Pemerintahan dan Kesra,Dandim 0427 Way Kanan,Kasat Pol PP Kabupaten Way Kanan,
Kepala Pelaksana BPBD Way Kanan,
Kepala Dinas Lingkungan Hidup
Camat Banjit, Kapolsek Banjit beserta Anggota,Danramil Banjit beserta anggota,
Kepala Kampung Bali Sadar Utara beserta warga setempat.
Meski mengapresiasi kekompakan aparat dan warga, perbaikan darurat ini dinilai belum menjadi solusi akhir. Tokoh masyarakat setempat, I Wayan Lameg, menyampaikan aspirasinya terkait kondisi jalan.
"Kami sangat mengapresiasi bantuan dari TNI, Polri, dan pemerintah daerah yang sudah turun langsung bersama masyarakat bergotong royong. Tapi ini sifatnya sementara. Harapan kami dari warga, Pemkab Way Kanan bisa segera melakukan perbaikan jalan ini secara permanen dengan aspal atau cor, supaya kejadian truk terguling tidak terulang lagi dan ekonomi warga tidak tersendat," tegasnya.
Kerusakan jalan ini memang menjadi urat nadi perekonomian warga. Warga dan para pengguna jalan mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Way Kanan untuk segera memprioritaskan anggaran. Perbaikan total secara permanen dinilai sangat mendesak demi kelancaran roda ekonomi daerah sekaligus mencegah timbulnya korban jiwa di kemudian hari (Komang Adi).
