WAY KANAN – Harapan lama yang dipendam warga Kampung Bali Sadhar Utara kini menemui titik terang. Komitmen nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat kembali terukir indah di Bumi Ramik Ragom melalui dimulainya pembangunan infrastruktur krusial, Jembatan Perintis Garuda Tahap VII Kodam XXI/Radin Inten,Rabu (9/9/2026).
Suasana haru dan penuh antusiasme menyelimuti Balai Kampung Bali Sadhar Utara, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan saat acara ground breaking atau peletakan batu pertama dilangsungkan. Bagi warga setempat, momen ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan simbol lahirnya sebuah kemudahan yang telah lama dinanti.
Kepala Kampung Bali Sadhar Utara, I Ketut Renu Astika, tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. Dengan suara bergetar penuh rasa syukur, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kodam XXI/Radin Inten dan khususnya jajaran Kodim 0427/Way Kanan.
"Kehadiran TNI melalui program Jembatan Perintis Garuda ini adalah jawaban atas impian besar masyarakat kami. Jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik penyeberangan, melainkan urat nadi baru bagi perekonomian, akses anak-anak kami menuju sekolah, dan jalur sosial yang akan mengubah urusan sehari-hari warga menjadi lebih mudah. Terima kasih TNI, selalu ada di hati rakyat," ungkap I Ketut Renu Astika.Sinergi yang kokoh di Kecamatan Banjit begitu terasa dalam acara sakral ini.
Pembangunan yang memuat harapan hidup lebih baik tersebut dikawal langsung oleh berbagai elemen penting. Hadir di lokasi, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Banjit Joni Helmi, S.E., mewakili Camat Banjit; Danramil Banjit Kapten Czi Edi Zarpait beserta jajaran; anggota Binmas Polsek Banjit; Badan Permusyawaratan Kampung (BPK); aparatur kampung; serta tokoh masyarakat setempat.
Program Jembatan Perintis Garuda Tahap VII ini menjadi bukti otentik bahwa TNI tidak hanya berdiri kokoh menjaga kedaulatan negara, tetapi juga melangkah pasti sebagai solusi nyata di tengah kesulitan rakyat. Lewat batu pertama yang diletakkan hari ini, warga Banjit kini siap menatap masa depan mobilitas yang lebih aman, nyaman, dan sejahtera.(Firman)
