LAMPUNG TENGAH – Sebuah aksi heroik penuh keharuan menyelimuti jalanan lintas Sumatra pada malam hari, ketika dua anggota Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Lampung Tengah berjuang menembus kemacetan demi menyelamatkan nyawa seorang pasien.(Jum'at 10/7/26)
Kisah perjuangan ini menggetarkan hati setelah sebuah video amatir beredar di media sosial. Video tersebut memperlihatkan ketulusan luar biasa dari para penegak hukum yang mengawal sebuah mobil ambulans di tengah padatnya arus lalu lintas malam.
Malam itu, sirine ambulans dari RSUD Zainal Abidin Pagar Alam, Way Kanan, meraung-raung membelah kegelapan. Mobil tersebut sedang mengemban misi kritis: membawa pasien rujukan yang membutuhkan penanganan medis darurat ke Rumah Sakit YMC Bandar Jaya.
Kondisi jalanan yang sangat padat sempat membuat laju ambulans tertahan. Namun, secercah harapan muncul saat dua anggota Sat Lantas Polres Lampung Tengah dengan sigap memosisikan sepeda motor mereka di depan ambulans. Tanpa memedulikan lelah dan pekatnya malam, kedua polisi tersebut membuka jalan dengan penuh keberanian.
"Seolah Menyelamatkan Nyawa Keluarga Sendiri"
Bagi siapa saja yang melihat video tersebut, getaran kemanusiaan sangat terasa. Kedua polisi itu bergerak lincah, memecah kemacetan, dan memberi isyarat tegas namun santun kepada pengendara lain agar memberi jalan. Dedikasi mereka begitu murni, seolah-olah pasien di dalam ambulans tersebut adalah anggota keluarga mereka sendiri yang sedang bertaruh nyawa.
Yudi, sang pengemudi ambulans yang didampingi oleh seorang perawat wanita bernama Denti, tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan harunya atas pertolongan yang mereka terima di tengah jalan.
"Kami dari RSUD Zainal Abidin Pagar Alam Way Kanan hendak merujuk pasien ke RS YMC Bandar Jaya. Di tengah padatnya jalur lalu lintas, Alhamdulillah kami mendapatkan pengawalan langsung oleh dua orang petugas polisi lalu lintas," ujar Yudi dengan suara bergetar. "Kami sangat berterima kasih kepada kepolisian yang telah ikut serta berusaha menyelamatkan nyawa manusia."
Momen paling menyentuh hati terjadi di penghujung video yang beredar. Saat ambulans berhasil mendekati area rumah sakit dengan aman berkat kawalan tersebut, terdengar suara Denti, sang perawat wanita, dari dalam kabin mobil.
"Terima kasih, Bapak Polisi..." ucap Denti.
Suara itu terdengar sangat bergetar, sarat akan rasa haru dan kelelahan yang mendalam, sekaligus kelegaan yang luar biasa. Kalimat singkat yang diucapkan dengan nada menahan tangis itu seolah mewakili rasa terima kasih terdalam dari seluruh masyarakat atas ketulusan polantas yang melayani dengan hati.
Aksi kedua polisi Lampung Tengah ini menjadi bukti nyata bahwa di balik seragam tegas mereka, ada jantung yang berdetak demi kemanusiaan dan tangan yang siap merangkul masyarakat di masa-masa paling kritis.(Komang Adi).
