Kamis, 02 April 2026, Kamis, April 02, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-02T00:11:00Z
Daerah

Siapkan 3 Opsi Ditengah Geopolitik Timur-Tengah, Jumlah Caljemhaj Lampura 2026 Capai 401 Orang, Persiapan Sudah 95 Persen

 



Lampung Utara - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara memastikan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi telah mencapai 95 persen. 


Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), H. Feryza Agung, S.Sos.I., M.M, dalam wawancara pada Rabu (1/4/2026).


Feryza menjelaskan bahwa jumlah jemaah haji asal Lampung Utara yang akan diberangkatkan tahun ini mencapai 400 orang jemaah reguler. 


Selain itu, terdapat tambahan satu orang Petugas Haji Daerah (PHD) dari pemerintah daerah yang akan bertugas dalam pelayanan kesehatan jemaah.


“Total jemaah kita sebanyak 401 orang, termasuk satu orang PHD,” ujarnya.


Dari segi usia, jemaah haji tahun ini cukup beragam. Jemaah tertua berusia 88 tahun yang berasal dari Kecamatan Kotabumi Selatan, sementara jemaah termuda berusia 16 tahun berasal dari Kecamatan Mulang Mayang.


Terkait situasi geopolitik di Timur Tengah yang saat ini tengah dilanda konflik, Feryza menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah haji tetap berjalan sebagaimana mestinya. 


Hal ini merujuk pada pernyataan Menteri Haji yang memastikan keberangkatan jemaah tidak terganggu.


“Kementerian telah menyampaikan bahwa haji tetap berjalan seperti biasa. Persiapan kita juga sudah mencapai 95 persen,” jelasnya.


Meski demikian, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi sebagai antisipasi apabila kondisi keamanan memburuk.


Bersama Komisi VIII DPR RI, pemerintah merumuskan beberapa opsi, di antaranya perubahan rute penerbangan yang akan dialihkan melalui Samudra Hindia atau Afrika Timur.


“Jika situasi konflik meningkat, pemerintah juga mempertimbangkan opsi pembatalan keberangkatan jemaah demi keselamatan,” tambahnya.


Selain itu, pemerintah Indonesia juga menunggu perkembangan kebijakan dari pemerintah Arab Saudi terkait kemungkinan pembatalan haji secara global, sebagaimana pernah terjadi pada tahun 2021 akibat pandemi Covid-19.


“Keputusan akhir tetap mempertimbangkan laporan dari petugas di lapangan, termasuk informasi intelijen terkait kondisi keamanan di sana,” katanya.


Di sisi lain, persiapan teknis terus dilakukan. Pada hari ini, pihak Kementerian Agama setempat juga telah menugaskan pegawai untuk mengambil tas bagasi jemaah sebagai bagian dari kelengkapan keberangkatan.


Feryza juga mengimbau seluruh calon jemaah haji, khususnya dari Lampung Utara, untuk menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan. 


Ia menekankan bahwa ibadah haji merupakan ibadah fisik yang membutuhkan stamina prima.


“Haji itu 80 persen adalah ibadah fisik yang cukup menguras energi, terlebih dengan kondisi cuaca panas di Arab Saudi,” ujarnya.


Ia menyarankan agar jemaah rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi dan bervitamin, serta membiasakan diri berjalan kaki. Selain itu, jemaah juga diminta untuk mengelola stres dengan baik, memperbanyak ibadah, dan mempelajari materi manasik haji yang telah diberikan.


“Kami harap jemaah dapat mempersiapkan diri secara maksimal, baik fisik maupun mental, agar ibadah haji dapat berjalan lancar dan khusyuk,” pungkasnya.