Jumat, 24 April 2026, Jumat, April 24, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-24T10:22:31Z
Keagamaan

Harlah Fatayat NU ke-76, Arifin Rahman : Kader Harus Berdaya



Lampung Selatan - NU Harlah Fatayat NU ke-76 menjadi momentum penting untuk memperkuat kaderisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama.


Selain itu, peringatan ini juga mendorong organisasi agar semakin adaptif menghadapi perkembangan zaman melalui transformasi digital.


Dalam kesempatan tersebut, Ketua MWC NU Tanjung Bintang, H. Arifin Rahman, menegaskan pentingnya peran strategis Fatayat NU sebagai wadah kaderisasi perempuan muda yang berdampak bagi masyarakat.


H. Arifin Rahman Tekankan Pentingnya Kaderisasi

Menurut H. Arifin Rahman, usia ke-76 Fatayat NU menunjukkan fase matang dalam perjalanan organisasi. Oleh karena itu, Fatayat NU harus terus memperkuat kaderisasi sebagai fondasi utama gerakan.


Fatayat NU harus terus memperkuat kaderisasi, mempercepat transformasi digital dalam gerakan dakwah dan sosial, agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” ujarnya.


Selain itu, ia menilai kaderisasi yang kuat akan melahirkan generasi perempuan Nahdliyin yang tangguh, moderat, dan memiliki kepemimpinan visioner.


Tema Berdaya, Berdampak, Mendunia Jadi Arah Gerakan

Ia juga menyoroti tema Harlah Fatayat NU ke-76, yaitu “Berdaya, Berdampak, Mendunia,” sebagai refleksi arah gerakan yang progresif. Di satu sisi, berdaya menuntut kader Fatayat mandiri secara intelektual, sosial, dan ekonomi.


Sementara itu, berdampak berarti setiap gerakan organisasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Di sisi lain, mendunia menunjukkan visi Fatayat NU dalam membawa nilai Islam rahmatan lil ‘alamin ke tingkat global.


Transformasi Digital Perkuat Dakwah Fatayat

Selain kaderisasi, H. Arifin Rahman juga mendorong transformasi digital sebagai bagian penting dalam gerakan Fatayat NU.


Dengan demikian, organisasi dapat memperluas jangkauan dakwah dan pemberdayaan melalui media digital.


“Di era digital, dakwah tidak cukup hanya di mimbar dan majelis. Fatayat harus hadir di ruang-ruang digital, menyebarkan nilai keislaman yang moderat, membangun edukasi publik, serta menjawab persoalan sosial umat,” tambahnya.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa literasi teknologi dan pemanfaatan platform digital menjadi kunci dalam menghadapi tantangan zaman.


Momentum Harlah Perkuat Militansi Kader

Momentum Harlah Fatayat NU ini juga menjadi ajakan bagi seluruh kader untuk menjaga militansi organisasi.


Selain itu, kader diharapkan terus merawat tradisi ke-NU-an serta memperkuat sinergi dengan badan otonom dan seluruh elemen jam’iyah.


Dengan demikian, Fatayat NU dapat terus bergerak aktif dalam mengabdi kepada masyarakat.


Fatayat NU Diharapkan Semakin Kokoh

Dengan semangat “Berdaya, Berdampak, Mendunia,” Fatayat NU diharapkan semakin kokoh sebagai garda terdepan perempuan muda Nahdliyin.


Oleh sebab itu, organisasi ini harus tetap responsif terhadap perubahan, sekaligus menjaga nilai-nilai perjuangan ulama. (Rls)