Senin, 09 Maret 2026, Senin, Maret 09, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-08T17:02:44Z
Kesehatan

Memprihatinkan! Puskeswan Banjit Way Kanan Terbengkalai, Bendera Merah Putih Robek Masih Berkibar

 




WAY KANAN – Kondisi miris menyelimuti Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesehatan Hewan atau Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang berlokasi di Kampung Bali Sadhar Tengah, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan. Bangunan yang seharusnya menjadi pusat pelayanan bagi masyarakat tersebut kini tampak mati suri dan tak terawat.


Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, gedung yang menjadi urat nadi pelayanan kesehatan ternak warga ini terlihat sunyi tanpa adanya aktivitas pelayanan. Alih-alih dipenuhi petugas yang bersiaga, kantor ini justru nampak seperti bangunan tak berpenghuni yang terabaikan.


Dikelilingi Semak Belukar

Jejak kehidupan seolah sirna dari area kantor. Tak ada satu pun pegawai yang terlihat di lokasi. gedung pun kini mulai  tertutup rumput liar yang tumbuh subur dan kian meninggi. Kondisi ini memberikan kesan bahwa fasilitas negara tersebut sudah lama tidak mendapatkan sentuhan pemeliharaan.


Simbol Negara Tak Terawat

Pemandangan paling menyedihkan terlihat di tengah halaman kantor. Sang Saka Merah Putih, yang merupakan lambang kehormatan negara, dibiarkan berkibar dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Kain bendera tersebut tampak lusuh, kusam, dan tercabik-cabik (robek).


Kondisi bendera yang rusak ini seolah menjadi saksi bisu atas minimnya rasa kepedulian dari pihak pengelola, baik terhadap pemeliharaan fasilitas publik maupun terhadap simbol kedaulatan negara.


Pelayanan Publik Terhenti

Puskeswan yang seharusnya menjadi ujung tombak dalam menjaga kesehatan hewan ternak milik warga di Kecamatan Banjit, kini hanya berdiri layaknya "monumen ketidakpastian". Terbengkalainya fasilitas ini tentu berdampak langsung pada masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan hewan.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak berwenang dari dinas terkait yang memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab matinya aktivitas di Puskeswan tersebut serta alasan dibiarkannya fasilitas negara mengalami kerusakan sedemikian rupa.