Senin, 05 Januari 2026, Senin, Januari 05, 2026 WIB
Last Updated 2026-01-05T05:50:20Z
Korupsi

Gagalnya Proyek Drainase Diduga Karena Tak Sesuai Bestek, Masyarakat Minta Terbaikan Total

 


Bandar Lampung, - Lamban nya respon Dinas PU Kota Bandar Lampung dalam menindaklanjuti keluhan warga terkait Pembangunan Drainase Jalan Untung Suropati kelurahan Labuhan Ratu Raya semakin membuat warga di sekitar geram. Masyarakat minta perbaikan total, karena menurut mereka, dengan plat deker yang dibangun tidak sesuai dengan spesifikasi akan menjadi bom waktu bagi pengguna kendaraan sehingga mengakibatkan kecelakaan. Seperti yang terlihat dengan kasat mata mainhole (plat deker buka tutup) sebagian besar  sudah patah dan sebagian merosot ke dalam, sebagian lagi sudah tampak agregatnya karena tergerus oleh air.


"Kami kwatir drainase yang ada, jadi ini menjadi bom waktu bagi pengguna kendaraan dan mengakibatkan kecelakaan,  karena penutup drainase tidak maksimal rawal amblas. Jadi kami berharap dinas terkait melakukan perbaikan total, bukan hanya mengganti atau menambal bagian yang patah saja" Jelas warga setempat.


Sementara menurut Zubaidi  Konsultan Teknis LSM Pembinaan Rakyat Lampung ( PRL) yang meninjau langsung Proyek Drainase di Jln Untung Suropati  tersebut, dapat menduga kuat bahwa pembangunan drainase  tersebut tidak sesuai bastek, karena plat deker dikerjakan manual. Dapat dipastikan volume  agregat,sen, water cemen tidak sesui konsentrasi yang  semestinya.

Menurutnya sen (pasir) yang digunakan asalan tidak uji lumpur, plat deker diduga kuat tidak memenuhi mutu K250, serta besi anyam sebaris/sebaris, yang semestinya harus doble, mainlole di beberapa titik patah. 

"Kuat dugaan rekanan memang melalaikan teknis pekerjaan, sen (pasir) yang digunakan asalan tidak uji lumpur, plat deker diduga kuat tidak memenuhi mutu K250 serta besi dianyam sebaris yang semestinya harus doble, mainlole patah, tidak hanya pelaksana yang dituntut bertanggung jawab, tapi patut kita pertanyakan fungsi konsultan teknis lapangan dan peran pengawasan dari dinas terkait" Ucap Zubaidi.


Dari berita sebelumnya Jimy selaku kontrakor pelaksana, yang dihubungi media ini via WatsApp jum'at (02-01-2026), alih-alih menyadari kalau pekerjaannya tidak maksimal, justru dia menyalahkan warga masyarakat sekitar, yang menurutnya tidak sabaran untuk lalu lalang.

 

"Iya itu udah diperbaiki lagi tapi baru jadi,warga tetep gak mau nunggu kering. Mereka tetap aja bolak balik. Jadi itu udah opname ples PHO, diketahui lurah, RT sama warga setempat, Jadi bingung tindak lanjutnya gimana, kita rekanan dah maximal"jelas Jimy.


Sementara Camat Labuhan Ratu Hendra Setiawan dikabarkan sudah meninjau langsung ke lokasi pada minggu  4 Januari 2026, tapi sampai berita ini dimuat belum diperoleh diperoleh keterangan resmi hasil peninjauan langsungnya.


Sementara  Irwan 

Setiawan Selaku Kepala Bidang  Pihak Dinas PU Kota  Bandar Lampung yang di hubungi senin (05-01-2025) untuk diminta tanggapan nya agar berita dapat berimbang, sampai dengan berita ini dimuat, belum memberikan penjelasan. (Tim)


Sumber reilise : Forum Wartawan Independen Nusantara  (For-WIN)